Rangkaian Elektro Pneumatik dengan siklus B+, A-, B-, A+. Hai semuanya, sudah lama tidak membahas rangkaian pneumatik terutama rangkaian elektro pneumatik. Nah, pada kesempatan kali ini penyusun ingin membagikan wawasan terkait tentang elektro pneumatik dengan siklus B+, A-, B- dan A+ sebagai siklus terakhirnya. Langsung saja, yuk simak artikel berikut ini bagaimana cara kerjanya.
A. Pengertian Pneumatik.
Pneumatik adalah sistem yang menggunakan udara terkompresi sebagai sumber energi untuk menggerakkan peralatan atau melakukan pekerjaan. Sistem pneumatik bekerja dengan memanfaatkan perbedaan tekanan udara untuk menghasilkan gerakan atau gaya. Dalam sistem pneumatik, udara terkompresi disimpan dalam tabung atau tangki dan kemudian dilepaskan melalui katup atau valve untuk menggerakkan aktuator, seperti silinder atau motor pneumatik. Aktuator ini kemudian melakukan pekerjaan yang diinginkan, seperti mengangkat beban, menggerakkan mesin, atau mengontrol proses. Pada kesempatan kali ini penyusun akan menjelaskan alur atau siklus dari rangkaian elektro pneumatik B+, A-, B- dan A+.
B. Rangkaian Elektro Pneumatik dengan Siklus B+, A-, B-, A+.
Langsung saja berikut ini adalah rangkaian dari siklus B+, A-, B-, A+ pada rangkaian elektro pneumatik.
Gambar di atas merupakan rangkaian elektro pneumatik, dengan beberapa komponen yang mungkin tidak asing. Diantaranya yaitu 2 buah silinder kerja ganda. katup solenoid dengan akting ganda 5/2 dengan jumlah 2 buah katup solenoid. Lalu ada juga 4 buah relay, 1 buah tombol start dan ada katup cekik dengan jumlah 1 buah yang digunakan untuk menghambat keluaran angin dengan output nya yang di setting sekitar 60%.
C. Cara Kerja dari Rangkaian B+, A-, B-, A+
Pada saat arus 24v dan kompresor di aktifkan atau di nyalakan, maka silinder A akan maju menjadi A+, lalu pada silinder B akan mendorong ke belakang dengan posisi B-. Pada saat start di tekan. Maka arus dan tegangan 24 volt akan mengaktifkan Relay 3 atau (R3). Ketika R3 aktif maka akan mengaktifkan rangkaian pengunci pada baris ke 1 dan ke 2. Akibat dari aktifnya jalur 1 dan 2 menjadikan jalur 11 mendapatkan arus 24 volt untuk mengaktifkan solenoid 3 atau (SOL3). Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini. Akibat dari aktifnya solenoid 3, silinder B bergerak maju menyentuh sensor B+.

Lalu, pada saat sensor B+ aktif, maka kontak sensor yang B+ yang ada pada jalur 3 akan aktif dan mengaktifkan jalur 3 dan 4, dimana bada jalur tersebut terdapat R1. Karena jalur 3 dan 4 aktif maka R1 aktif dan rangkaian pengunci pada jalur 4 juga aktif. Hal ini menyebabkan (SOL1) aktif yang menyebabkan silinder kerja ganda A bergerak mundur hingga mengaktifkan sensor A-. Berikut adalah penjelasan jalur yang aktif pada saat sensor B+ aktif untuk menggerakan silinder kerja ganda A.

Setelah silinder kerja ganda "A" mundur maka akan mengaktifkan sensor A- yang menyebabkan jalur rangkaian 5 dan 6 aktif, lalu di jalur tersebut terdapat R4 yang dimana ada kontak NO untuk mengunci rangkaian tersebut. Karena kontak R4 aktif, pada jalur 3 terdapat kontak relay NC yang aktif mengakibatkan jalur 3 dan 4 terputus tidak memiliki arus. Lalu pada jalur 12 terdapat kontak NO yang aktif untuk mengaktifkan SOL4 atau solenoid 4. Karena SOL 4 aktif, maka silinder bergerak mundur menjadi B-, Berikut ini adalah penjelasan sebagai gambarannya di bawah ini.
Setelah itu sensor B- akan aktif, yang mengakibatkan rangkaian pada jalur 7 dan 8 menjadi aktif, sehingga relay 2 atau (R2) aktif dan menyebabkan rangakain dari jalur 7 dan 8 terkunci menyebabkan R2 teru aktif sehingga pada kontak NO yang berada di jalur 10 mengaktifkan SOL2. Lalu karena R2 aktif tidak lupa pada kontak NC di jalur 5 dan 6 menjadi terputus. Sehingga silinder kembali lagi ke posisi awal (B+, A-, B-, A+ / B+A-B-A+).
Sekian penjelasan terkait bagaimana cara kerja dari rangkain elektro pneumatik untuk siklus (B+, A-, B-, A+ / B+A-B-A+). Jika ada hal yang ingin ditanyakan, silakan cantumkan hal tersebut di kolom komnetar, Terimakasih.
****
0 Komentar untuk "Rangkaian Elektro Pneumatik dengan Siklus B+,A-,B-,A+ atau B+A-B-A+"
Silakan berkomentar sesuai dengan topik. Jangan menyisipkan link pada komentar dan jangan sampai komentar Anda masuk komentar SPAM.
Jangan salahkan Saya bila komentar Anda dihapus !