Pengertian Rangkaian Safety Elektro Pneumatik - Hai rekan-rekan pembaca sekalian. Selamat datang kembali ke artikel ini. Gudang dimana sebagian dari ilmu-ilmu tentang teknik elektronika ada di sini. Yap!, pada kesempatan ini penyusun ingin sekali menjelaskan tentang pentingnya rangkaian safety pada elektro pneumatik agar rangkain yang diciptakan atau dibuat dapat bermanfaat kedepannya. Mungkin ada dari pembaca yang sudah tidak asing dengan rangkain safety yang di terapkan pada rangkaian elektro pneumatik. Sebelum lanjut ke penjelasan rangkaian safety pada elektro pneumatik. Penyusun ingin menyegarkan kembali dan mengingat "Apa itu elektro pneumatik". Karena pada dasarnya elektro pneumatik merupakan ilmu dasar untuk memahami elektro pneumatik ke tingkat lanjut.
A. Pengertian Elektro Pneumatik.
Elektro Pneumatik adalah sistem yang menggabungkan teknologi listrik dan pneumatik untuk mengendalikan dan mengatur gerakan mekanis. Sistem ini menggunakan sinyal listrik untuk mengaktifkan dan mengatur komponen pneumatik, seperti katup, silinder, dan aktuator, untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Dalam sistem elektro pneumatik, sinyal listrik digunakan untuk mengaktifkan katup pneumatik, yang kemudian mengalirkan udara bertekanan ke silinder atau aktuator. Silinder atau aktuator ini kemudian melakukan gerakan mekanis, seperti mengangkat, menurunkan, atau menggerakkan objek. Sistem elektro pneumatik memiliki beberapa kelebihan, seperti:
- Fleksibilitas: Sistem elektro pneumatik dapat diintegrasikan dengan berbagai jenis peralatan dan sistem lainnya.
- Kecepatan: Sistem elektro pneumatik dapat mengaktifkan dan mengatur komponen pneumatik dengan sangat cepat.
- Presisi: Sistem elektro pneumatik dapat mengatur gerakan mekanis dengan sangat presisi.
Namun, di sisi kelebihannya yang fleksibel, kecepatan yang cepat dan presisi. Sistem ini juga memiliki kelemahan, diantaranya yaitu:
- Kompleksitas: Sistem elektro pneumatik dapat menjadi sangat kompleks dan memerlukan perawatan yang rutin.
- Biaya: Sistem elektro pneumatik dapat menjadi sangat mahal, terutama jika digunakan dalam skala besar.
Dalam industri, sistem elektro pneumatik banyak digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti:
- Pengemasan dan pengolahan makanan.
- Pembuatan otomotif.
- Pengolahan logam.
- Pengolahan kimia.
Dalam penggunaan sehari-hari, sistem elektro pneumatik juga dapat ditemukan dalam berbagai peralatan, seperti:
- Pneumatik tools, seperti bor dan gergaji.
- Pneumatik sistem, seperti sistem pendingin udara.
- Pneumatik aktuator, seperti aktuator hidrolik.
Dalam keseluruhan, sistem elektro pneumatik adalah teknologi yang sangat berguna dan fleksibel, yang dapat digunakan dalam berbagai aplikasi dan industri. Namun, perlu diingat bahwa sistem ini juga memiliki kelemahan dan memerlukan perawatan yang rutin untuk dapat berfungsi dengan baik.
B. Pengertian Rangkaian Safety pada Elektro Pneumatik.
Rangkaian pengamanan atau safety yang dimaksud bukan tentang rangkain listrik dan keamanan sumber udara bertekanan yang ada di kompresor. Melainkan rangkaian ini bertujuan untuk mengurangi terjadinya kerusakan sistem yang critical pada elektro pneumatik. Karena pada rangkaian elektro pneumatik bisa berpotensi terjadinya tabrakan sistem. Sebagai contoh pada 2 buah silinder A dan B dimana yang seharusnya siklus tersebut adalah A+, B+, A- dan B- bisa berubah menjadi A+, B+ dan A- bergerak bersamaan lalu silinder B bergerak mundur hingga menyentuh sensor B-. Dari keterangan di atas, sudah jelas terjadi tabrakan siklus sistem yang bisa berakibat fatal jika penerapan sistem itu sudah di implemen di lingkungan industri. Fatalnya bisa separah apasih?, Bisa jadi rangkaian tersebut di terapkan pada mesin press. Karena adanya tabrakan siklus, maka potensi terjadinya kecelakaan kerja pada operator juga bisa ber- impact. Oleh karena itu perlu adanya rangkaian safety pada sistem elektro pneumatik. "Apa aja sih rangkaian safety yang digunakan itu?", nah!, ada 2 hal yang bisa diimplementasikan sebagai sistem keamanan pada elektro pneumatik. Di antaranya adalah "Sistem pengunci" dan "Sistem pemutus Sesor" atau menggunakan sensor sebagai pemutus arusnya. Untuk lebih jelasnya, yuk simak artikel di bawah ini:
C. Rangkaian Pengunci "Elektro Pneumatik".
Rangkaian pengunci elektro pneumatik merupakan sebuah rangkaian yang digunakan untuk mengunci arus pada sistem untuk 1 gerakan silinder atau lebih. Maksudnya di sini, rangkaian ini bertujuan untuk memberikan arus dan tegangan 24v secara terus menerus agar controller yang ingin di aktfikan tidak terputus atau mati. Agar tidak bingung, berikut ini adalah contoh dari rangkaian pengunci.

Gambar di atas merupakan contoh dari rangkaian elektro pneumatik, penyusun menggunakan ini sebagai contoh dengan menggunakan 1 jalur rangkaian untuk mensimulasikan rangkaian pengunci. Di sini terdapat sensor A+ pada silinder kerja ganda, lalu terdapat kontak R1 NO serta terdapat kontak pemutus NC dari R2. Tidak lupa ada juga kontak NO dari R3 serta relay yang berperan sebagai controler dari rangkaian jalur 3 dan 4.
Pada saat sensor A+ aktif, maka arus 24 volt akan di salurkan melewati kontak NO dari sensor A+. Lalu, karena sebelumnya relay 1 sudah aktif, maka kontak NO pada relay 1 juga berubah aktif menjadi NC. Akibatnya tegangan 24v mengaktifkan relay 3 atau R3.
Karena R3 aktif, maka kontak NO R3 yang ada di jalur 4 juga aktif menjadi NC. arus 24 volt juga masuk melalui jalur 4. Lalu, siklus dari silinder berubah yang menyebabkan sensor A+ tidak aktif, mengakibatkan tegangan di jalur 3 terputus. Namun, disini karena kontak NO dari R3 sudah berubah jadi NC untuk memenuhi tegangan dari relay 3 atau R3. Maka, rangkaian dari jalur ini akan terus aktif.
D. Rangkaian Pemutus Sensor
Maksud dari "Rangkaian Pemutus Sensor" adalah jalur dari rangkaian elektro pneumatik akan terputus karena sensor yang digunakan sudah tidak aktif lagi. Hal ini menyebabkan rangkaian yang awalnya sudah aktif melewati kontak dari sensor, akan terputus akibat dari sensor yang sudah tidak aktif. Hal ini di sebut juga sebagai rangaian safety pada pneumatik karena tidak memerlukan kontroler dari relay untuk memutuskan tegangan dari rangkaian. Untuk lebih jelasnya, penyusun memberikan gambaran dibawah ini.
Gambar di atas merupakan contoh pemanfaatan dari sensor untu memutus rangaian elektro pneumatik agar dapat terputus tanpa adanya tambahan kontrol dari relay. Jadi teganagn yang sudah masuk untuk mengaktifkan relay 4 terputus karena sensor B- aktif. Di sini, sensor B+ memiliki posisi awal sebagai kontak NC, lalu pada saat sensor B- aktif akan berubah menjadi kontak NO.
Sekian penjelasan terkait bagaimana cara kerja dari rangkain safety untuk sistem elektro pneumatik. Jika ada pertanya bisa langsung tanya di kolom komentar. Thanks!
****
0 Komentar untuk "Pengertian Rangkaian Safety Elektro Pneumatik"
Silakan berkomentar sesuai dengan topik. Jangan menyisipkan link pada komentar dan jangan sampai komentar Anda masuk komentar SPAM.
Jangan salahkan Saya bila komentar Anda dihapus !